Tatacara wudhu sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah dan Manfaat Wudhu untuk Kesehatan




 wudhu dalam pandangan Muhammadiyah didefinisikan sebagai suatu aktivitas ibadah mensucikan diri dengan menggunakan air yang suci dan mensucikan, yang dilakukan dengan cara tertentu sesuai tuntunan syariat Islam. Wudhu merupakan salah satu bentuk ibadah persiapan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas ibadah utama seperti shalat, thawaf, dan membaca Al-Quran. Wudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh, melainkan sebuah proses pensucian diri secara lahir dan batin. Melalui wudhu, seorang muslim membersihkan diri dari kotoran fisik dan spiritual, mempersiapkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Dalam perspektif Muhammadiyah, wudhu merupakan perintah Allah yang memiliki filosofi dan hikmah yang kompleks. Bukan sekadar rutinitas mekanis, tetapi sebuah ibadah yang memerlukan kesadaran penuh, keikhlasan, dan pemahaman spiritual. Wudhu dipahami sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setiap gerakan dan proses wudhu mengandung makna ketundukan, kesucian, dan upaya membersihkan diri secara menyeluruh. Wudhu dimaknai sebagai bentuk konkret ketaatan seorang muslim kepada perintah Allah. Setiap gerakan wudhu merupakan manifestasi kepatuhan dan pengabdian kepada Sang Pencipta. 

Syarat-syarat wudhu menurut Muhammadiyah meliputi:

- Berakal dan baligh

- Menggunakan air suci dan mensucikan

- Dapat mencapai seluruh anggota wudhu

- Tidak terhalang air mencapai kulit

Tata Cara Wudhu Menurut Al-Qur'an

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (q.s al maidah :6) 

jadi dalam Al- Quran dijelaskan bahwasanya tata cara wudhu yaitu, Membasuh Wajah, Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku, Mengusap Kepala,  Membasuh kedua Kaki Sampai Matakaki. 

Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw

1. Niat berwudu karena Allah dengan mengucapkan bismillah. Rasulullah bersabda, “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah” (HR. Nasa’i dan Ibn Khuzaimah).

2. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali, serta menyela-nyelai jari-jemari. Rasulullah bersabda, “Sempurnakanlah wudhu dan sela-selailah jemari tangan…” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud).

3. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, lalu menyemburkannya tiga kali. Dari Abdullah bin Zaid RA, “Setelah Nabi SAW membasuh kedua tangannya, beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, lalu menyemburkannya tiga kali” (HR. Muttafaq ‘alayh).

4. Membasuh wajah tiga kali secara merata. Membasuh wajah dengan menyapu seluruh bagian secara menyeluruh, termasuk bagian dalam mata.

5. Membasuh kedua tangan hingga siku tiga kali. Rasulullah membasuh tangan kanan hingga siku tiga kali, kemudian tangan kiri dengan cara yang sama.

6. Mengusap kepala satu kali, serta telinga. Mengusap seluruh kepala, bukan hanya sebagian. “Nabi SAW mengusap kepalanya sekaligus telinga dengan satu kali usapan” (HR. Abu Dawud).

7. Membasuh kaki hingga mata kaki, menyela-nyelai jemari kaki tiga kali. “Rasulullah SAW membasuh kaki kanan hingga kedua mata kaki tiga kali, kemudian kaki kiri dengan cara yang sama.” (HR. Muttafaq ‘alayh dari Humran).

8. Melakukan semua langkah dengan tertib. Para ulama sepakat bahwa tertib dalam melaksanakan wudu adalah sunnah yang ditekankan oleh Nabi.

Setelah wudhu, Rasulullah menganjurkan untuk membaca syahadat. Rasulullah SAW sangat menekankan kesempurnaan dalam wudu, sebagaimana dijelaskan oleh Umar bin Khattab RA: “Seseorang datang kepada Nabi SAW setelah berwudu, tetapi ia meninggalkan sebagian kecil telapak kakinya tidak terkena air. Maka Nabi SAW bersabda, ‘Kembalilah dan sempurnakan wudumu!‘” (HR. Abu Dawud, Ibn Majah, dan Ahmad).

Manfaat Wudhu 

1. Menjaga kesehatan kulit: Wudhu dapat membantu membersihkan kulit dari kotoran dan bakteri, sehingga mencegah penyakit kulit. 

2. Melancarkan peredaran darah: Saat berwudhu, kulit bersentuhan dengan air yang dingin, sehingga suhu tubuh menjadi normal dan peredaran darah lancar. 

3. Menjaga kesehatan mulut dan gigi: Berkumur saat wudhu dapat membantu menghilangkan bakteri dan jamur yang menyebabkan bau mulut atau peradangan. 

4. Menjaga kesehatan hidung: Berwudhu dapat mencegah pertumbuhan kuman di dalam rongga hidung. 

5. Mencegah penuaan dini: Membasuh wajah saat berwudhu dapat meremajakan sel-sel kulit wajah dan membantu mencegah keriput. 

6. Menyegarkan tubuh: Wudhu dapat menyegarkan tubuh yang lelah atau lesu. 

7. Merilekskan otot wajah: Wudhu dapat membuat otot wajah rileks. 

8. Membantu konsentrasi: Wudhu dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan ketenangan jiwa.

Wudhu dalam pandangan Muhammadiyah merupakan ibadah suci yang jauh lebih mendalam daripada sekadar ritual pembersihan fisik. Ia adalah proses spiritual transformatif yang menghubungkan seorang muslim dengan Allah SWT melalui kesucian lahir dan batin. Setiap gerakan wudhu mengandung filosofi ketaatan, kesadaran spiritual, dan upaya membersihkan diri secara menyeluruh.

Muhammadiyah memahami wudhu sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah, di mana setiap tetes air yang membasahi anggota tubuh tidak hanya membersihkan kotoran fisik, tetapi juga membersihkan noda-noda spiritual. Wudhu bukan sekadar kewajiban, melainkan momen sakral untuk menghadirkan kesadaran spiritual tertinggi, mempersiapkan jiwa untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.

Hakikat sejati wudhu terletak pada kesungguhan hati, keikhlasan niat, dan kesadaran mendalam akan makna ibadah itu sendiri. Melalui wudhu, seorang muslim tidak sekadar memenuhi ritual, tetapi mengalami transformasi spiritual yang mengangkat derajat ketakwaan dan kedekatan dengan Allah SWT.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah seorang pemuda yang menggendong ibunya dari yaman ke makkah untuk menunaikan ibadah haji

Hukum Nun Sukun dan Tanwin